Selasa, 09 Desember 2008

Kostum Tamborine


Karena banyaknya permintaan dari beberapa surat yang masuk, maka Rivera kali ini akan membahas mengenai tips-tips untuk mendisain kostum tamborine.


Pada waktu ketika tarian tamborine di perkenalkan pertama kali, Magrate Yap menyarankan konsep kostum tamborine dasar yang berupa kemeja blouse tangan panjang satin putih, rok lingkar penuh satin putih dan kulot yang terbuat dari bahan yang sama. Tak lupa juga pakaian lapisan dalam berupa leotard dan stoking putih beserta sepatu ballet.



Dan untuk hiasanya, dapat menggunakan efod dengan bahan yang memiliki warna yang terang atau berkilau.


Nah, dari kostum dasar tersebut, masih banyak yang bisa kita kreasikan sesuai dengan keinginan kita masing-masing. Berikut Rivera akan membahas sedikit demi sedikit bagian-bagian dari kostum tamborine yang dapat di kembangkan lebih lanjut.



MODEL KERAH / BAGIAN LEHER



Ada beberapa bentuk kerah / bagian leher yang dapat kita pilih untuk kostum dasar tamborine kita. Berikut adalah beberapa pilihan sebagai berikut:


- Leher lingkar (plain round neck)


Pilihan untuk bagian leher ini cukup mudah dan tergolong membuat pembuatan kostum tamborine menjadi lebih cepat. Jenis model leher ini sangat cocok apabila kita mo memberi kesan seperti pakaian malaikat (Angelic look) dan sangat cocok di padu dengan lengan model lonceng ( akan kita bahas setelah ini )



- Leher kura-kura (turtle neck)

Pilihan model untuk leher ini membuat terkesan lebih rapih dan lebih anggun, sangat cocok untuk orang dengan leher yang jenjang.



- Leher shang-hai (Shang-hai neck)

Piilhan model ini sama seperti model leher kura-kura (turtle neck) membuat menjadi lebih anggun dan rapih.


MODEL TANGAN


- Tangan balon (kerut)

Ini adalah model yang mudah untuk tangan. Yaitu dengan mengerutkan di bagian pergelangan tangan dengan karet, sehingga memudahkan untuk melepaskan dan memakai dengan cepat.



- Tangan model baju bangsawan (princess)

Tangan model ini cukup cantik terlihatnya, apalagi bila di hiasi dengan sedikit renda-renda di unuknya. Tangan model princess ini contohnya seperti pada gambar disamping.



- Tangan Model Lonceng

Seperti yang sudah di bahas diatas, bentuk tangan seperti ini sangat bagus dipadukan dengan leher bentuk bulat (round neck) untuk kostum dengan kesan "Angelic look".



EFOD


Kita sudah membahas berbagai variasi yang bisa kita aplikasikan ke kostum dasar tamborine. Sekarang kita akan membahas mengenai model-model efod variasi yang bisa di gunakan teman-teman sekalian untuk hiasan kostum dasar tamborine.


Dibawah ini adalah beberapa contoh model variasi efod yang bisa Rivera sarankan:



Indian's look (model India)



Model efod ini seperti baju sari yang biasa dikenakan orang India. Yaitu kain yang diselempangkan di pundah melewati dada dan di tahan dengan sabuk. Bentuknya seperti yang dapat kita lihat di gambar di atas.



Greek's look (model Yunani)



Model efod ini seperti baju yunani kuno. Yaitu kain yang di kerutkan di kedua belah sisi pundak. Bentuknya seperti yang dapat kita lihat di gambar atas.



KOSTUM TAMBORINE MODERN



Kita sudah membahas beberapa contoh variasi untuk kostum tamborine dan efod-nya. Namun, seperti yang pernah Rivera bahas dalam artikel sebelumnya yakni mengenai memilih kostum tari sesuai dengan lagu yang akan dibawakan, hendaklah kita juga dalam mendisain kostum tamborine dengan menyesuaikan lagu yang akan dibawakan.


Tidak selamanya kostum tamborine harus dengan kain satin putih, rok lingkar penuh, dsb seperti kostum tamborine pada umumnya. Kita dapat menyesuaikan dengan tarian yang akan dibawakan. Misalkan, apabila lagu yang akan kita tarikan dengan tamborine bernuansa modern, maka kostum tersebut dapat kita sesuaikan dengan contoh gambar seperti dibawah ini.


Namun, sekali lagi Rivera sangat menyarankan agar hendaknya setiap kostum yang kita rancang, selalu mengacu kepada konsep jubah imam seperti yang pernah dibahas di artikel sebelumnya.

Belajarlah berkreatifitas dan janganlah takut untuk mencoba hal-hal baru. Tips dari Rivera yang mungkin bisa juga berguna buat teman-teman sekalian adalah, rajin-rajinlah membaca majalah-majalah yang berisikan fashion atau mode. Dari situ, kalian bisa mendapatkan ide-ide untuk merancang kostum kalian



-Rivera Monarie-

Christmast Dance Performance at Mal Artha Gading (Review)



Dear fellow dancers,



Pertama-tama kami dari Rivera Monarie mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan doanya untuk pertunjukan kami pada hari Sabtu kemarin tanggal 06 December 2008 di Mal Artha Gading.


Kami juga berterima kasih untuk para teman-teman yang sudah sempat mampir untuk melihat pertunjukan kami.


Buat teman-teman yang belum sempat melihat, jangan khawatir. Pada artikel berikutnya, Rivera akan menyajikan beberapa dokumentasi, hasil rekaman tarian, dan beberapa laporan singkat tentang persiapan dan pelaksanan pertunjukan tersebut.


Rivera Monarie juga mengucapkan terima kasih untuk partisipasi dari anak-anak sekolah minggu di bawah asuhan Felicia.


Jadi...tetap nantikan kami di artikel berikutnya!!




-Rivera Monarie-

Minggu, 30 November 2008

Surat Pembaca

Shalom, met siang…..

Hai, perkenalkan sebelumnya, nama saya Yemey Susanti, biasa dipanggil Mey2.

Saya berjemaat d GPdI Beth Eden.

Tx loh buat blog-nya, memberkati kami semua sbg penari.

Mau tanya neh, klu mau cari model2 pakaian tamborin dmana yah? Aku sdh cari d google, tp gak ada.

Mungkin teman2 Rivera tahu??

Tx b4, GBU ALL…..

Best Regards,
Yemey Susanti



Dear Mey-Mey,

Hi Mey...sebelumnya thanks ya buat suratnya. Kita juga senang bisa menjadi berkat buat teman-teman sesama penari juga.


Kalo untuk situs baju tamborine, sebenernya ada beberapa sih yang kita pernah lihat...salah satunya bisa di lihat di www.shachah.org. Pernah juga tau situs yang lain, tapi lupa...hehhe...mohon dima'afkan....:)


Di salah satu foto Rivera Monarie juga ada beberapa contoh baju tamborine yang bisa dijadikan acuan. Pada dasarnya, untuk mendisain kostum tamborine, Rivera menyarankan untuk menyesuaikan dengan lagu dan tema yang hendak di sampaikan. Namun yang terlebih penting lagi adalah untuk berani mengalirkan kreatifitas dalam diri kita sendiri dan mengimplementasikannya ke dalam desain kita.


Sebenernya permintaan yang sama juga pernah ditanyakan ke Rivera melalui e-mail. Maka dari itu, Rivera setelah ini akan memuat bahasan mengenai tips-tips mendisain kostum baik kostum tamborine atau kostum tarian lainnya. Jadi, tetap setia menjadi pembaca blog kami ya...dan tunggu artikel-artikel menarik lainnya dari kami.




-Rivera Monarie-


Sabtu, 29 November 2008

Christmast Dance Performance at Mal Artha Gading 06 December 2008 13:00Lt & 16:00Lt



Rivera Monarie Present:



Christmast Dance Performance at Mal Artha Gading Atrium Hall






Date : 06 December 2008
1st performance : 13:00Lt
2nd performance : 16:00Lt
Location : Atrium Hall








Rivera Monarie is honoured to give performance at Mal Artha Gading on 06 December 2008. We will present a couple of choreograph dance performance with Christmast theme for Mal Artha Gading's visitors in order to celebrate holiday seasson.





Make sure you guys come and watch us performance.

See you at Mal Artha Gading!!




-Rivera Monarie-

Selasa, 04 November 2008

Surat Pembaca

saya lihat web anda di blog..saya henny tinggal di salatiga..mau tanya apakah anda jual perlengkapan tamborine? saya lagi cari sepatu balletbingung mau cari dimana di salatiga tidak ada yang jual di semarang juga tidak ada..tolong bantu saya kalau anda tidak menjual perlengkapan tamborine tolong kasi tau alamat no telp atau email yang jual perlengkapan tamborinetrimakasih..



gb..



Hi Henny,



Thanks ya atas e-mail nya dan thanks juga sudah mampir di blog/website kami. Untuk perlengkapan Tamborine dan sepatu ballet, mungkin kita bisa bantu.


Boleh mungkin di e-mail ke kami apa saja yang kamu butuhkan?


Kami tunggu ya?



GBU


-Rivera Monarie-



Jubah Imam




Pada bahasan sebelumnya, Rivera Monarie telah memberikan beberapa tips dan triks untuk membuat kostum tari. Namun khususnya untuk para penari yang bergerak dalam bidang pelayanan tarian di gereja seperti contohnya penari tamborine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengenakan kostum ketika melaksanakan suatu pertunjukan tari.






Berikut Rivera Monarie akan memberikan sedikit panduan untuk membuat kostum tari yang sesuai dengan konsep kekristenan dan sesuai dengan konsep Alkitab.






KONSEP IMAM



Apakah sebenarnya Imam itu? di Alkitab di terangkan bahwa adalah jabatan dalam umat Israel yang penting peranannya. Tugas Imam tersebut meliputi sebagai berikut:



- Mempersembahkan korban (domba, kambing, burung dara, dsb)

- Perantara untuk menyampaikan pesan Tuhan

- Memberi berkat



Ketika pada jaman Musa, Allah memilih suku Lewi untuk menjadi suku pilihan yang dapat masuk dalam Kemah Allah. Dari suku Lewi, Allah memilih Harun dan keturunannya lah yang dapat masuk dalam Kemah Allah dan menjadi Imam atas bangsa Israel.



Untuk masuk kedalam Kemah Allah, Allah memberikan instruksi kepada Musa untuk membuatkan jubah untuk para Imam, yakni Harun dan anak-anaknya dimana jubah tersebut adalah jubah wajib/pakaian kudus untuk dipakai ketika memasuki kemah Allah dan berfungsi sebagai jubah kemuliaan (Keluaran 28).



Jubah Imam bersebut terdiri dari sebagai berikut:





- Tutup dada (berhiaskan batu-batu permata)

- Efod

- Jubah

- Kemeja bersulam

- Celana lenan

- Serban

- Ikat pinggang





Untuk aplikasi konsep tersebut diatas kedalam kostum tari yang akan kita buat, memang tidak harus semuanya diterapkan kedalam kostum kita. Namun beberapa hal yang harus diterapkan adalah sebagai berikut:




KEMEJA BERSULAM




Untuk aplikasinya, Rivera Monarie menyarankan teman-teman sekalian yang khususnya bergerak dalam bidang pelayanan tari di Gereja untuk memakai pakaian dasar sebelum memakai kostum. Seperti contohnya di Rivera Monarie, kita mewajibkan para penari kita untuk mengenakan leotard baik panjang maupun pendek (sesuai dengan kostum yang akan di pakai).



Terkadang memakai leotard untuk beberapa orang memang tidak nyaman karena kadang terkesan panas. Namun, hal ini untuk menghindari tembus pandangnya kostum yang kita kenakan, terutama apabila kita sedang menarikan tarian di panggung dengan lampu yang cukup terang, sehingga dapat mengganggu pemandangan. Dengan mengenakan leotard, setidaknya cahanya lampu yang terang akan mengurangi tembusnya cahaya langsung ke kulit.


Tips:
Leotard juga baik fungsinya, khususnya untuk penari wanita karena leotard yang sifatnya ketat sangat baik menahan anggota tubuh.



CELANA LENAN



Dahulu para Imam yang hendak melayani ke dalam kemah suci, mereka di lengkapi dengan semacam lonceng-lonceng kecil di ujung gamis mereka dan kaki mereka di ikat dengan tali. Ini disebabkan karena kesucian dan ke kudusan dari kemah suci tersebut, sehingga apabila ternyata Allah menemukan mereka dalam keadaan tidak kudus, maka mereka akan mati pada saat itu juga. Karena tidak ada orang lain yang dapat masuk kedalam kemah suci tersebut, maka orang lain akan mengetahui apakah imam itu masih hidup atau sudah mati, dengan mendengar apakah lonceng-lonceng kecil di ujung gamis mereka itu masih berbunyi apa tidak. Kalau bunyi lonceng-lonceng itu sudah tidak terdengar lagi, maka bangsa Israel akan menarik tali yang terhubungkan dengan kaki imam yang bersangkutan dan menarik jenazah imam tersebut keluar.



Itulah alasannya Allah memerintahkan untuk para imam agar mengenakan celana lenan, agar ketika hal tersebut diatas terjadi, para imam yang ditarik keluar dari kemah suci tersebut tidak keluar dengan ketelanjangan, namum tetap dalam keadaan yang terhormat.



Ketika kita menari, terkadang kita tidak bisa selalu mengontrol kostum kita walaupun di awal sebelum pertunjukan kita sudah memeriksa kembali kostum yang akan kita pakai. Banyak sekali hal-hal yang kadang tidak bisa kita hindari. Seperti misalnya kostum kita robek, terlepas, atau tersibak ketika kita sedang bergerak. Maka dari itu, Rivera sangat menyarankan untuk para penari, khususnya yang bergerak dalam bidang pelayanan tari gereja untuk mengenakan pakaian "pengaman" untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



Aplikasi dari pakaian "pengaman" salah satunya yaitu dengan:


- Mengenakan stoking balet
- Mengenakan celana kulot di dalam rok (untuk penari wanita)



Untuk jenis tarian lain selain balet, bisa juga mengenakan knee pants warna gelap atau setidaknya hot pants warna gelap.



Namun sangat disayangkan, banyak dari penari-penari gereja yang mengabaikan hal mengenai jubah imam ini. Memang dijaman yang penuh tuntutan trend dan mode seperti sekarang ini, banyak penari-penari yang di tuntut untuk ikut mengikuti trend dan mode yang sedang digandrungi, khususnya bagi penari-penari dari kalangan anak-anak muda.



Terkadang hal ini juga menjadi tuntutan juga di kalangan penari gereja, dengan landasan untuk menjangkau dunia khususnya anak-anak muda. Tidak ada salahnya dengan landasan atau motivasi seperti itu. Namun, hendaklah kita sebagai penari Kristen kembali lagi ke landasan awal kita yaitu Alkitab. Seperti yang telah di ulas diatas, bahwa pada dasarnya kita adalah imam-imam yang melayani di mezbah Allah dan sebagai imam, tuntutan kekudusan itu adalah sesuatu hal yang mutlak.
-Rivera Monarie-

Selasa, 21 Oktober 2008

Surat Pembaca

hi....



namaku vhera n sy salah satu pemain tambourine di gereja lokal di makassar..sy pengen banget dapatin dvd tari untuk menambah pengetahuan dan kl boleh malah bisa improve team tambourineku lbh baik dari saat ini....kl dari rivera monarie ada gak ya...trus kami juga mo nambah pengetahuan soal kostum...yg kayak gmn yg lagi trend saat ini dikalangan penari2 gereja...saya sangat berharap teman2 dari team rivera monarie dapat membantu...



THX

GBU



Dear Vhera,



Hi Vhera...pertama-tama kami dari Rivera Monarie mau berterima kasih buat Vhera sudah mampir ke blog kita dan terima kasih juga untuk e-mail nya. Tapi sayang sekali, Rivera Monarie belum memproduksi VCD/DVD tarian tamborine. Namun kamu bisa mendapatkannya di sekolah tari dimana sebagian besar penari Rivera Monarie mendapatkan pelatihan yaitu di Mainstream School of Arts. Yang kami tau, mereka memproduksi VCD/DVD yang berisikan tehnik-tehnik bagaimana menari dengan tamborine yang baik dan benar.



Kalau untuk kostum, untuk di Jakarta sendiri memang tidak ada trend yang spesifik. Sebagian besar gereja di Jakarta masih menggunakan kostum dasar tamborine berupa blouse dan rok satin putih dengan celana kulot di dalamnya, dan di beri hiasan-hiasan seperti jubah efod, dan sebagainya. Namun, ada beberapa gereja yang sudah berani mendisain kreasi kostum sendiri dengan pola-pola yang berbeda dari biasanya dan dengan warna-warna yang berani. Ada juga yang menggabungkannya dengan design modern seperti dengan kaos dan celana kulot, dengan diberi assesoris yang menarik seperti payet, kain-kain yang bermotif gemerlap, dll.



Namun dikarenakan konteks yang kita bicarakan adalah tarian yang di tarikan di Gereja, Rivera Monarie menyarankan untuk Vhera agar tetap memperhatikan nilai-nilai yang diajarkan dalam Alkitab mengenai "Jubah Imam".



Kalau Vhera dan kawan-kawan belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai jubah imam, jangan khawatir! Tetap rajin baca blog Rivera Monarie karena nanti akan kita kupas tuntas disini.



Love in Christ,

-Rivera Monarie-