Rabu, 25 Maret 2015

Roro Jonggrang's pas de deux (Natalenta's ballet recital, 20 September 2014)




Shallom teman-teman!

Berikut merupakan cuplikan dari pertunjukan sekolah ballet 'Natalenta' yang menampilkan sebuah karya tari bernuansa tanah air 'Roro Jonggrang' dimana Alex berperan sebagai Bandung Bondowoso.

Untuk peran Roro Jonggrang, diperankan oleh Ms. Yumi Anissa, yang merupakan murid grade 5 dari sekolah ballet Natalenta.

Selamat menyaksikan!


GBU,

-Rivera Monarie-

Ballet dan Tarian Gereja (part. 1)





Sejak pertama kali Magrate Yap mempopulerkan tarian rebana dengan menggunakan dasar-dasar tehnik ballet pada sekitar awal tahun 90' an, tari ballet menjadi cukup berpengaruh dalam perkembangan di dunia tari Kristen. Terutama untuk mengiringi musik-musik dengan tempo pelan atau yang biasa di kenal dengan "lagu penyembahan" atau "worship". Alasannya mengapa Magrate Yap banyak menggunakan tehnik ballet dalam pola tarian rebana dalam buku yang ia keluarkan dengan judul: "Make a Joyfull Noise Unto the Lord" dan "Praise Him with Timbrel and Dance" mungkin dikarenakan ia sendiri adalah mantan penari ballet yang dimana dimasa mudanya, ia memang pernah dilatih secara profesional sebagai penari ballet di London. Tehnik - tehnik ballet yang ia gunakan seperti 1st possition (posisi satu) 2nd possition (posisi dua) transfer weight (transfer weight with plie), balance, pas de basque (step ball change), chaines, battement soutenu, battement tendu, kemudian menjadi tehnik-tehnik dasar yang banyak di pakai oleh penari gereja dalam koreografi tari.

Namun sayangnya, tidak banyak penari-penari gereja yang benar-benar mendalami tari ballet atau benar-benar dilatih untuk menguasai tehnik ballet, sehingga banyak diantara mereka yang amat disayangkan menarikannya dengan tehnik yang tidak benar. Dan lebih disayangkan lagi, mereka menurunkannya ke generasi berikutnya sehingga kesalahan yang dilakukan sebelumnya, turun ke generasi dibawahnya dan seterusnya dan seterusnya.

Banyak penari gereja lebih fokus pada gerakan koreografi atau gerakan pola tanpa memperhatikan detail-detail yang justru adalah inti atau esential yang membuat sebuah tarian menjadi lebih indah, atau detail-detail yang apabila tidak di perhatikan dengan baik akan mengakibatkan cidera.

Beberapa kesalahan pengaplikasian tehni ballet yang sering terjadi pada penari yang tidak terlatih dengan benar yang sering di jumpai pada penari gereja adalah sebagai berikut:


1. Turn out



Turn out atau posisi rotasi kaki ke arah luar dari posisi tengah tubuh (center of the body) adalah hal yang paling utama dan hal yang paling dasar dalam tarian ballet. Ketika kita pertama kali belajar ballet, hal yang utama diajarkan adalah membuat posisi kaki dalam posisi turn out. Hal ini disebabkan gerakan ballet, terutama pada tingkat lanjut, menuntut gerakan dengan jarak dan perpanjangan yang lebih besar (wide range movement and extention). Dengan turn out, posisi ini dapat lebih memberikan penari kesempatan untuk mencapai semua itu. Turn out juga menjaga lutut kita dari cidera ketika kita sedang menari dan melakukan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan menekuk lutut.

Patut di mengerti, bahwa tidak gampang untuk memposisikan kaki dalam posisi turn out. Terutama apabila kita tidak dilatih dari kecil seperti  penari ballet pada umumnya. Apalagi apabila kita tidak memilikin kelenturan atau flexibilitas yang cukup pada otot kita, memposisikan kaki kita pada posisi turn out akan mengakibatkan rasa yang tidak nyaman pada otot-otot kaki, bahkan mengakibatkan rasa sakit di beberapa orang.

Namun bukan berarti hal ini bisa di lewatkan begitu saja. Seperti yang sudah di singgung di atas, bahwa turn out juga menjaga menghindari lutut dari cidera. Karena 100% menari mengandalkan kaki, maka ada baiknya apabila kita juga menjaga sendi-sendi, otot dan tulang-tulang kaki kita, termasuk lutut.

Penggunaan turn out dalam dapat dijumpai dalam setiap gerakan tarian tamborine versi Magrate Yap yang juga diajarkan penggunaannya dalam memposisi kan kaki di posisi 1 dan posisi 2.



2. Posisi badan yang salah 

Postur tubuh adalah hal significant yang kurang diperhatikan oleh para penari gereja. Memang tidak di pungkiri, bahwa rata-rata penari gereja dalah penari yang baru belajar menari setelah usia dewasa. Berbeda dengan penari-penari yang sudah dilatih dari kecil, yang sudah terbiasa untuk menari dengan postur tubuh yang benar, sehingga mereka tidak terlalu paham mengenai postur tubuh saat menari.

Berikut adalah sedikit panduan mengenai bagan postur tubuh yang benar dan yang salah:



                                                     A                        B                      C


Dari bagan diatas, posisi badan A adalah posisi yang benar untuk seorang penari, terutama penari ballet. Tulang belakang lurus sejajar dengan tulang leher (tampak dari depan maupun dari samping), dagu tidak turun, bagian pantat tidak di tonjolkan keluar, perut masuk, bagian torso di tarik ke atas (pull up) dan bahu relax (tekan ke bawah)

Menari dengan posisi seperti ini, membuat si penari itu sendiri terlihat lebih anggun, ringan dan lebih jenjang. Posisi ini juga berguna untuk si penari mencari titik keseimbangan (balance) apabila sedang melakukan gerakan tari yang memerlukan keseimbangan tubuh. Pada posisi badan B, kita dapat melihat bahwa tulang belakangnya tidak sejajar lurus, lebih condong ke depan sehingga membuat badan si penari terlihat bungkuk, dan bahunya pun terlihat naik. Hal ini dapat membuat si penari terlihat berat, tidak ringan dan tidak anggun. Begitu juga pada posisi badan C dimana berat badan lebih condong ke belakang. Terutama pada posisi badan ini, si penari akan lebih mempunyai kesulitan dalam keseimbangan.



3. Balance / Step Ball Change

Gerakan ini adalah gerakan yang hampir 90% di gunakan para penari gereja di hampir seluruh pelosok tanah air. Pengaruh pertama dari gerakan ini kemungkinan berasal dari salah satu pola koreografi Magrate Yap yang berjudul "Mae's Flow". Atau juga merupakan metamorfosis dari gerakan "Step Ball Change". Asal nya kenapa banyak sekali penari gereja menggunakan gerakan ini dalam setiap pola koreografi mereka kemungkinan karena gerakan ini cukup sederhana, mudah diingat dan dilakukan, juga cukup menarik untuk dilihat karena pergerakannya dari kanan dan kekiri. Namun pada dasarnya, gerakan balance' tidaklah semudah dan sesederhana yang kita kira.

Pada bisanya, penari gereja melakukan gerakan balance' hampir sama dengan "Step Ball Change" hanya lebih pelan temponya. Mereka melakukan gerakan melangkan ke sisi kiri atau kanan dan memindahkan berat badan, lalu naik dengan satu kaki dan turun lalu tekuk di kaki berikutnya, dan awalan gerakan dilakukan dengan "on ball" (istilah Magrate Yap) atau jinjit di kaki yang menopang berat badan.

Tehnik balance yang benar, adalah dimana perpindahan berat badan diawali dengan plie (tekuk) terlebih dahulu, kaki yang bergerak kearah yang dituju (kiri atau kanan) point yang merupakan kaki yang diletakan di belakang kaki yang menopang tubuh atau kaki yang sedang di tekuk, lalu memindahkan seluruh posisi badan ke arah yang dituju dengan tetap dalam keadaan plie (tekuk), dimana kaki yang tadinya digunakan untuk point dan pindah berat badan menjadi kaki yang di depan dan yang menopang berat badan dan kaki yang tadinya menopang berat badan menjadi kaki yang di belakang. Lalu kaki yang di belakang jinjit mengangkat seruh badan keatas (otomatis berat badan menjadi di kaki yang di belakang) lalu tekuk kembali memindahkan berat badan ke kaki yang di depan.

(to be continue)


GBU,

-Rivera Monarie-

Kamis, 12 Maret 2015

For the Love of Ballet



Shalom teman-teman!

Pada tanggal 28 Febuary 2015 yang lalu, sebuah yayasan bernama 'Ballet.ID' menggelar acara dengan judul 'For the Love of Ballet' yang berisikan sebuah talk show yang membahas sejarah tari ballet di Indonesia, dan juga menampilkan cuplikan repretoire ballet klasik seperti:

- Swanlake (white swan) pas de deux
- Talisman pas de deux
- Le Corsaire pas de deux

Untuk tarian Swanlake pas de deux di tarikan oleh Ms. Anindya Krisna dan Mr. Enrico Tanod,Talisman pas de deux di tarikan oleh Ms. Wenny Halim dan Mr. Enrico Tanod, dan untuk Le Corsaire pas de deux di tarikan oleh Ms. Mariska Febriyani dan Mr. Alexander Mawuntu.

Pada acara ini, dihadiri juga oleh perwakilan dari kedutaan besar Czech Republic yaitu HE Mr. Tomas Smetanka dan Mrs. Irena Smetankova, perwakilan dari sekolah ballet Marlupi Ms. Rita, perwakilan dari sekolah ballet Namarina Ms. Dinar dan perwakilan dari sekolah ballet Sumber Cipta Ms. Galuh.

Berikut adalah dokumentasi dari acara tersebut:



Sesi 'Questions and Answers' dengan para penari


The grand rehersal

 Dengan Ms. Rita dari sekolah ballet Marlupi

 Pose sebelum tampil

 Pose dengan perwakilan dari Czech Republic, sekolah ballet Namarina dan sekolah ballet Marlupi

 The Grand Lift, Le Corsaire pas de deux, Ms. Mariska Febriyani and Mr. Alexander Mawuntu


White swan and Ali


White swan and Ali

 Review Jakarta Post

Review Jakarta Post


GBU,

-Rivera Monarie-

Sabtu, 03 Januari 2015

Special dance performance, choreographed by Alexander Mawuntu 'O come O come Emmanuel' Christmas Celebration GBI Mawar Saron Kelapa Gading




Shalom teman-teman!!

Berikut kami tayangkan persembahan tarian dalam rangka acara perayaan Natal GBI Mawar Saron pada tanggal 25 Desember 2014 yang lalu.

Karya tari pada kali ini diawali dengan sedikit tarian 'mime' (mimik), mengangkat cerita dari Alkitab mengenai perjumpaan Maria dengan malaikat Gabriel, dimana Gabriel memberitakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung Putra Allah yang Maha Kudus yaitu Yesus Kristus, yang kemudian di lanjutkan dengan tarian koloborasi antara tari rebana, bendera, kipas sutra dan selendang.

Semoga tayangan kami dapat menjadi berkat buat teman-teman yang melihat!

GBU,

-Rivera Monarie-



Jumat, 02 Januari 2015

Happy New Year 2015!!!








Shalom teman-teman!!!

Kami dari Rivera Monarie ingin mengucapkan:



HAPPY NEW YEAR 2015!!!

Mari kita sambut tahun ini dengan doa agar di tahun baru ini kita dapat terus berkarya dan mewarnai tahun baru ini dengan penuh suka cita!!!


 Jesus Bless,

-Rivera Monarie-



Rabu, 26 November 2014

Namarina Youth Dance season 9th 'Batavia Hotel' 29 & 30 November 2014



Shalom teman-teman!

Kami hendak menginformasikan bahwa pada akhir pekan ini tepatnya tanggal 29 & 30 November 2014, Namarina Youth Dance yang merupakah sebuah semi-professional dance company dibawah pimpinan Maya Tamara akan mengadakan pertunjukan tari di tahunnya yang ke sembilan (9th season) dengan mengangkat sebuah karya yang berlatar belakang tahun 30 an yaitu 'Batavia Hotel'.

Pertunjukan ini menceritakan perjalanan dua anak manusia yang pada awalnya hidup di jalan yang sama, namun di tengah-tengah kehidupan mereka, salah satu dari mereka memilih jalan hidupnya sendiri.

Kembali di acara akbar ini, Alex mendapat kesempatan untuk ikut serta menarikan beberapa karya tari di pertunjukan ini.

Berikut adalah informasi selengkapnya:

Namarina Youth Dance 9th season present:

BATAVIA HOTEL
Place: Gedung Kesenian Jakarta
Date: 29 & 30 November 2014


29 November 2014
Pertunjukan 1: 15:00Lt
Pertunjukan 2: 20:00Lt

30 November 2014
Pertunjukan 1: 16:00Lt

Teman - teman yang berminat dapat mendapatkan tiketnya di informasi sebagai berikut:

Namarina Pusat
Jl. Halimun No. 43.
Guntur. Jakarta 1298.
Telp: 021 – 829 4777 / 78

Cabang Kebayoran
Jl. Gandaria Tengah III No. 9.
Kebayoran Baru. Jakarta 12130.
Telp: 021 – 7398556/ 57


Entrance fee: Rp 250,000 (regular seat)







GBU,

-Rivera Monarie-

Kamis, 20 November 2014

Lucy Ballet School dance recital "COPPELIA" (19 October 2014, Gedung Kesenian Jakarta)






Shalom teman-teman!!

Pada tanggal 19 October 2014 yang lalu, sekolah ballet 'Lucy' yang berpusat di daerah Green Garden, Jakarta Barat mengadakan pentas tari yang mengambil dari cerita ballet klasik yaitu 'Coppelia'. Sebuah cerita dimana ada seorang pembuat boneka yang bernama Dr. Coppelius yang membuat sebuah boneka yang sangat cantik, sehingga mengelabuhi orang-orang di desa dimana ia tinggal. Salah satunya adalah seorang pemuda bernama Franz. Franz begitu terpesona dengan kecantikan Coppelia, walau ia sendiri sudah bertunangan dengan gadis desa setempat bernama Swanhilde.

Untuk pemeran tokoh 'Franz', kembali Alex mendapat kehormatan untuk memerankan tokoh ini dan ikut memeriahkan acara pentas tari sekolah ballet 'Lucy'.

Acara ini berlangsung sebanyak 2 kali pertunjukan dan di langsungkan di Gedung Kesenian Jakarta. Berikut adalah beberapa dokumentasi dari pertunjukan tersebut:














GBU,

-Rivera Monarie-