Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

There is None Like You (Tutorial Vid)






Shalom Teman-Teman!!

Berikut adalah video tutorial dari tarian yang kami tayangkan minggu lalu dengan judul lagu "There is None Like You" dimana kami ingin mengajak teman-teman yang ingin belajar sebuah bentuk koreografi sederhana dan kami harapkan dari koreografi yang sederhana ini dapat menjadi berkat buat teman-teman sekalian.


Selamat mencoba!


GBU,

-Rivera Monarie-

Sabtu, 25 Juli 2009

...Sebagai korban persembahan yang harum baunya....




Ketika kita menari, kita pasti mengharapkan agar kita menanpilkan tarian yang terbaik. Begitu juga ketika kita sedang melayani di Gereja dengan persembahan tari-tarian kita.

Tentunya, di dalam tubuh kita akan terjadi pembakaran kalori ketika kita beraktifitas melakukan gerakan-gerakan tarian yang pada akhirnya tubuh kita akan menghasilkan keringat yang lebih banyak dari biasanya. Tetapi terkadang kita tidak menyadari akan kondisi tubuh kita sendiri, sehingga dalam kondisi kita yang sedang berkeringat tersebut menyebabkan bau yang tidak sedap.



Bau badan...?! wah....topik ini memang agak 'sensitif' terutama untuk kaum hawa, karena hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dalam diri kita dan membuat kita jadi agak sedikit 'takut' dalam bergaul. Tapi...walaupun topik ini sensitif, topik ini tergolong penting. Karena disamping ini bisa menyebabkan turunnya rasa percaya diri seseorang, hal ini juga bisa menjadi gangguan buat orang-orang di sekitar kita. Jangan sampai niat hati untuk mempersembahkan korban bakaran ke hadapan-Nya sebagai korban yang harum baunya, tetapi kita sendiri tidak harum baunya untuk orang-orang di sekeliling kita.



Untuk itu, Rivera mau mengajak teman-teman sekalian untuk membahas sedikit tentang bau badan atau istilahnya 'BB' (bukan blackberry lho!) dan kita belajar sama-sama tentang seluk beluk 'BB', bagaimana bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya.


Keringat kita dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar accrine dan kelenjar apocrine. Kelenjar accrine memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan sejak bayi, dan biasanya muncul di tangan, punggung, serta dahi. Sedangkan kelenjar apocrine terdapat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut, seperti ketiak dan di dalam hidung. Kelenjar apocrine bersifat aktif setelah masa pubertas.


Kelenjar accrine mengeluarkan cairan yang banyak mengandung air dan tidak berbau. Cairan tersebut berfungsi menurunkan kondisi tubuh pada waktu tertentu. Sedangkan kelenjar apocrine mengandung asam lemat jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak.


Sebenarnya, cairan yang dihasilkan oleh kelenjar apocrine hanya berbau lemak. Namun, karena di setiap helai rambut terdapat satu apocrine dan mengandung bakteri yang berperan dalam proses pembusukan, maka timbullah bau badan yang tak sedap. Terkadang ada orang yang mempunyai kelenjar apocrine lebih besar, sehingga produksi keringatnya lebih besar dan pembusukan bakterinya juga lebih banyak.


Bau badan tak sedap juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, hal itu tidak menjamin 100%. Yang terpenting adalah bagaimana caranya selalu menjaga kebersihan badan. Kebersihan badan berawal dari pakaian ayng kita kenakan, secara teratur membersihkan badan atau mandi 2 kali sehari, serta menjaga makanan yang kita konsumsi.


Rambut ketiak juga berperan memunculkan bau badan. Secara medis, rambut ketiak berfungsi memperluas permukaan untuk mengatur penguapan keringat. Di pangkal rambut terdapat pori-pori yang menjai muara kelenjar keringan untuk mengalirkan keringat ke ketiak. Selama kita selalu menjaga kebersihan tubuh, maka bau badan tidak akan muncul. Pasalnya, jika keringat yang di hasilkan kelenjar apocrine dihilangkan, bakteri pun tidak akan melakukan proses pembusukan.


Kondisi jiwa seseorang, seperti stress atau emosi, sebenarnya juga mempengaruhi kelenjar apocrine bekerja lebih efektif dan produktif, sehingga memperparah bau badan. Faktor lain pemicu bau badan adalah kegemukan. Pada orang gemuk, keringat cenderung terperangkap di antara lipatan-lipatan kulit.


Jika kelenjar apocrine mengeluarkan keringat sedikit tapi kita tidak membersihkannya dan kemudian tercampur bakteri, bau badan pun akan muncul di tubuh kita. Apalagi jika kita sering menyantap makanan protein tinggi, seperti daging kambing (karena dapat melebarkan pembuluh darah), durian, bawang goreng, merokok, minuman keras, dan obat antibiotika.


Banyak cara dilakukan untuk menyingkirkan atau menyamarkan bau badan tak sedap. Saat ini, cukup banyak produk penghilang bau badan yang dijual di pasaran, mulai dari deodoran, obat minum, dan bedak. Cara yang paling aman dan hemat untuk menghilangkan bau badan? sebenarnya mudah dan murah. Selalu membersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu atau lap kering dan bubuhkan bedak antiseptik. Selain itu, konsumsi buah, sayur, serta minum air putih dapat menyebabkan keringat menjadi lebih encer sehingga bu badan menjadi berkurang.




...dan untuk sedikit tips lagi dari Rivera, ada baiknya juga apabila sebelum kita menari, kita memakai parfum ta mbahan atau cologne agar memastika tidak ada bau yang tak sedap yang bisa menimbulkan masalah buat teman-teman disekitar kita. Atau, kalau kebetulan kita mempunyai rekan yang sesam a penari yang kebetulan dekat dengan kita, kita bisa meminta bantuannya dengan bertanya kepada dia dengan pertanyaan misalkan, "Eh...kira-kira kalau kamu lagi nari sama saya, kamu mencium sesuatu yang tidak enak ngak?". Tentunya kita harus siap dengan jawaban dari teman kita baik positif atau negatif setelah kita melontarkan pertanyaan ini dan siap menerima jawaban apapun dengan lapang dada dan tidak ada rasa tersinggung.


Lalu, bagaimana kalo ternyata salah satu dari teman kita sesama penari ada yang mempunyai masalah ini? apakah yang seharusnya kita lakukan? apakah kita harus menegurnya?


Saran dari Rivera, karena ini menyangkut kepentingan bersama maka, ada baiknya kalau kita menegur teman kita sesama penari yang memiliki masalah tersebut. Namun, teguran yang kita lakukan tentunya harus dengan etiket yang benar dan juga tidak terkesan menjatuhkan atau membuat orang lain menjadi sakit hati atau terluka.


Berikut ada beberapa tips-tips dari Rivera untuk cara-cara untuk menghimbau teman yang bermasalah tersebut:
  1. Kita bisa mendiskusikan masalah ini ke ketua atau ke pemimpin tari kita, atau apabila kitalah ketua atau pemimpin tari di grup tari tersebut, kita bisa mengumpulkan seluruh anggota tim tari dan memberikan penyuluhan mengenai masalah kesehatan dan kebersihan tubuh. Lalu secara halus kita bisa menghimbau agar para anggota tim tari lebih memperhatikan lagi kebersihan pribadi masing-masing dan juga secara halus menyarankan untuk memakai wangi-wangian tambahan seperti parfum atau cologne, atau menggunakan deodorant.
  2. Kita bisa mendekati teman terdekat dari teman kita yang memiliki masalah tersebut, lalu kita ajak berbicara dan mendiskusikan masalah tersebut, sambil mencari jalan terbaik bagaimana untuk menegurnya tanpa menyakiti perasaan teman kita itu. Atau, kita bisa meminta teman dekatnya itu untuk membicarakan masalah ini ke dia.
  3. Untuk yang terakhir, ini mungkin jalan yang paling sulit dan paling dihindari oleh kita semua. Yaitu dengan cara menghampiri orang tersebut secara personal dan berbicara baik-baik mengenai masalahnya. Tentunya, ini akan benar-benar mengundang rasa tidak enak dari kedua belah pihak. Namun, disinilah kita bisa menilai pribadi dari si penari tersebut. Sebagai seorang penari yang profesional, seharusnya masukan seperti ini harus bisa diterima oleh seorang penari secara positif dan lapang dada.


Tetapi, seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, masalah seperti ini lumrah dah biasa terjadi di kalangan orang-orang yang beraktifitas extra seperti penari, olahragawan/wati, dan sebagainya. Jadi, kalau ternyata masalah ini terjadi pada diri kita, hendaklah kita jangan menjadi rendah diri dan menjadi minder yang mengakibatkan turunnya minat kita dalam tarian.





-Rivera Monarie-

Kamis, 02 Oktober 2008

KOSTUM....(part 2)


Pada bahasan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai beberapa panduan dalam memilih warna untuk mengkomposisikan sebuah kostum. Berikut kita akan membahas tentang panduan dalam memilih bahan yang tepat dan sesuai dengan tema yang hendak disampaikan, dan juga apa-apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih bahan.


COMFORTNESS


Hal yang pertama ketika kita perhatikan dalam memilih bahan yang akan kita gunakan untuk kostum kita adalah segi kenyamanan bahan tersebut ketika kita pakai. Karena ketidaknyamanan kita dengan kostum kita ketika kita menari, dapat menjadi hal yang sangat mengganggu. Saran dari Rivera, hendaknya kita memilih jenis bahan pakaian untuk kostum kita yang nyaman, tidak terlalu tebal, tidak kasar sehingga tidak menimbulkan iritasi kulit dan kalau bisa menyerap keringat.


Berikut contoh-contoh bahan yang cukup nyaman untuk dipakai adalah sebagai berikut:


Linen
Cotton
Cotton scrap
Satin
Silk (sutra)
Dll


Namun, memang untuk pilihan warna jenis bahan-bahan seperti ini tidak terlalu banyak. Bahkan kebanyakan produk-produk dari bahan-bahan ini memiliki warna yang tidak mencolok dan tidak menarik.


Tips yang bisa kita akali agar bahan ini menjadi menarik adalah, dengan melapisinya dengan bahan yang lebih menarik dan lebih menyala.


SIFAT BAHAN


Setiap bahan memiliki sifat yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan tema yang pas, kita harus hati-hati dalam memilih bahan untuk kostum kita berdasarkan sifat dari bahan tersebut. Namun pada dasarnya, sifat bahan hanya terbagi menjadi dua yaitu kaku dan lentur.


Untuk tari-tarian yang banyak menggunakan tehnik tari tinggi seperti contohnya ballet, kontenporer, disarankan untuk memilih kostum dengan bahan-bahan yang lentur dan lebih condong halus seperti beberapa contoh sebagai berikut:


Satin
Chiffon (lokal,Jepang, two tones)
Lenan
Sutra
dsb


Bahan-bahan diatas dapat akan sangat indah untuk suatu pertunjukan tari dengan musik-musik melankolis yang mendayu-dayu. Karena jenis bahan-bahan diatas tersebut lembut dan lentur, maka efek yang di hasilkan dapat membuat seolah-olah bahan-bahan tersebut mengikuti gerak-gerik kita diatas panggung dan membuat efet kas tersendiri pada setiap gerakan-gerakan tertentu seperti misalnya berputar, menggerakan tangan atau kaki, dsb.


Namun, tidak dipungkiri bahwa dalam ballet klasik, banyak sekali penggunaan bahan-bahan yang kaku seperti kain tile. Namun sekali lagi, semua tergantung pada efek yang ingin dihasilkan mengacu pada jenis musik yang kita tarikan.


Untuk tari-tarian yang banyak menggunakan gerakan-gerakan cepat atau gerakan-gerakan dengan tempo sedang, pilihan bahan yang sedikit kaku dapat dijadikan pilihan. Terlebih lagi banyak bahan-bahan bersifat kaku yang memiliki banyak pilihan warna-warna dan corak yang menarik.


Tips:


Perlu diketahui kalian semua bahwa bahan-bahan tersebut diatas memang lembut dan memberikan efek indah. Namun, semakin lembut dan semakin lenturnya sebuah bahan, maka harganya pun semakin mahal. Saran dari Rivera, untuk pertunjukan yang dilakukan diatas panggung, tidak perlu menggunakan bahan-bahan yang mahal karena selain menghabiskan dana, kita dapat menggantinya dengan bahan yang lain yang serupa namun biayanya lebih murah. Seperti contohnya untuk bahan lenan atau satin sutra, kita bisa hanya menggunakan satin lokal yang harganya tidak lebih dari Rp. 15.000 per meter.


Efek dari satin lokal dibanding dengan satin sutra terlihat tidak terlalu beda diatas panggung dan penonton pun tidak terlalu begitu memperhatikan dan bisa membedakan secara tepat. Begitu juga dengan chiffon. Ada jenis-jenis chiffon yang cukup mahal dikarenakan memiliki tekstur yang unik dan sifat bahan yang lembut dan nyaman di pakai seperti chiffon two tones (chiffon yang memiliki 2 nuansa warna /tones di satu bahan) chiffon gradasi (chiffon dengan 2 warna atau tiga warna atau lebih dengan warna berpadu secara lembut) chiffon glitter (chiffon dengan sedikit kerlap-kerlip diantara tekstur benangnya).


Kita bisa menggunakan chiffon alternatif seperti chiffon jepang atau chiffon lokal. Chiffon lokal memang bisa menjadi pilihan yang sangat ekonomis, karena harganya tergolong murah. Namun, terkadang tektur rajutan benang chiffon lokal tidak terlalu rapih dan kelenturannya kurang. Jadi, sangat disarankan untuk memilih chiffon Jepang sebagai alternatif. Harganya tidak terlalu murah, namun juga tidak terlalu mahal.


Contoh-contoh bahan yang bisa dijadikan pilihan untuk tarian-tarian gerakan cepat atau gerakan sedang sebagai berikut:


Bludru
Kain lame
Organdi
Kain payet
Tafeta
Brukat
Tile (tile polos & tile glitter)
Furing
Dll


Bahan-bahan tersebut diatas juga bisa dijadikan alternatif untuk membuat kostum karakter binatang-bintang, tumbuh-tumbuhan, dsb.


ACCESSORIES


Untuk mempermanis kostum yang kita kenakan, kita dapat menambah sedikit hiasan pada kostum. Hiasan tersebut dapat berupa bordiran atau sedikit payet(sequins) di bagian-bagian tertentu pada kostum kita, sesuai dengan selera.



Atau dapat juga kita gabungkan keduanya yaitu bordiran yang di hiasi sedikit payet. Namun perlu di ketahui, selain ini memakan biaya extra, pembuatan kostum seperti ini memakan waktu yang agak cukup lama mengingat memasang payet tidaklah mudah dan lama pemasangannya tergantung dari tingkat kerumitan pola yang akan di pasangkan payet tersebut.



Atau untuk lebih cepat, tersedia juga di toko-toko jalinan payet-payet yang sudah jadi dalam aneka ragam pola, yang dapat langsung digunakan dengan cara di pasangkan ke kostum menggunakan peniti. Tehnik ini lebih mudah dan ringkas dan apabila selesai pementasan, payet tersebut dapat dilepas dan di simpan, sementara bajunya dapat di cuci.


Tips:

Berhati-hatilah dalam memilih payet, terutama untuk yang akan dipasangkan ke kostum. Ada beberapa jenis payet yang luntur ketika dicuci, dan ada juga yang kuat. Memang, untuk payet yang mudah luntur warnanya, harganya tidak terlalu mahal dan untuk payet yang kuat, tidak luntur apabila di cuci, harganya lebih mahal.


Apabila hendak membuat kostum dengan menjahit payet langsung ke kostum tersebut, sangat di sarankan menggunakan payet yang kuat. Biasanya, payet jenis ini adalah payet buatan Jepang atau sering sekali di sebut payet "Jepang".


Untuk payet yang mudah luntur warnanya, disarankan untuk dijadikan hiasan kostum terpisah. Sehingga dapat dipasang ke kostum apabila kostum hendak di pakai, dan dapat di lepaskan apabila kostum hendak di cuci.


Apabila ingin menambah indah kostum dengan membubuhkan bordiran, pastikan betul yang akan mengerjakan bordiran tersebut tau benar benang warna apa yang hendak kita kehendaki. Maka dari itu, ada baiknya jika kita menunjukan langsung warna benang yang kita kehendaki, atau kita memilih langsung dari koleksi benang yang dipunyai oleh orang yang mengerjakan bordiran tersebut


...to be continue


PS:


Mohon ma'af yang sebesar-besarnya kepada para pembaca blog Rivera Monarie sekalian atas keterlambatannya posting kedua dari tema "Kostum" dikarenakan satu dan lain hal.


Rivera Monarie berharap para pembaca sekalian masih tetap setia membaca postingan Rivera Monarie yang akan datang.


-Rivera Monarie-

Senin, 29 September 2008

KOSTUM


Dalam sebuah pertunjukan tari, kostum memegang peranan yang cukup penting untuk mempertegas efek tarian. Sebuah komposisi tarian dapat diperindah dengan rancangan kostum yang tepat dan sesuai. Namun, sebuah komposisi tarian dapat juga menjadi berantakan hanya karena kesalahan pada rancangan kostum.

Pada dasarnya, mengkomposisikan sebuah kostum mulai dari desain, pemilihan fabrik, penentuan warna dan motif tidaklah terlalu sulit. Prinsipnya, yang harus kita tanamkan dalam benak kita terlebih dahulu adalah:


Tarian adalah bentuk hidup dari sebuah musik. Kostum yang kita kenakan mewakili konsep yang hendak kita tampilkan kepada penonton. Kostum mempertegas tarian yang kita bawakan. Jadi, kostum yang di kenakan haruslah sesuai dengan lagu atau musik yang mendasari dari tarian yang dibawakan.


Berikut Rivera ingin membagikan kepada teman-teman sesama penari semua beberapa tips-tips untuk mengkomposisikan kostum untuk dipentaskan dalam sebuah pertunjukan tarian:


WARNA

Let’s experiment!



Satu hal yang amat menyenangkan di dalam etika warna kostum di panggung adalah: Semua tabrakan warna baik yang disengaja maupun tidak disengaja dapat di ma’afkan!



Jadi, jangan takut untuk mencoba warna-warna baru atau mix and match satu warna ke warna lain untuk sebuah pertunjukan tarian di atas panggung yang penuh dengan lampu sorot dengan suasana riang dan gembira, walaupun warna tersebut tidak senada.


Warna-warna berani dan ‘eye catching’ ini sangat cocok untuk sebuah pertunjukan tari dalam suasana pesta, mengiringi lagu-lagu riang dan bertempo cepat.


Graceful and Majesty


Untuk dibeberapa pertunjukan tarian tertentu, pemilihan warna-warna yang tenang dan yang ‘meredam emosi’ disamping warna-warna dominan sangat di anjurkan. Kita dapat memadukan dua warna dalam satu baju, ataupun bahkan tiga. Lebih dari tiga tidak dianjurkan karena akan memusingkan pandangan. Namun dalam kondisi tertentu, memadukan warna lebih dari tiga di satu kostum dapat menjadi pilihan untuk membuat kostum. Contohnya apabila kita menarikan karakter bunga-bunga, kupu-kupu, kembang-kembang gula, dsb.


Berikut ada beberapa saran-saran pemaduan warna dari Rivera Monarie:


Ungu tua, lavender, putih dan gold




Maroon, dusty pink, light pink






Pink cerah,
biru langit cerah, ungu cerah






Hijau,
orange , gold






Maroon, coklat mud a cerah (café latte) putih krem





Warna-warna ini dapat digunakan untuk pertunjukan tarian yang bernuasa sedikit melankolis, dengan irama beat yang sedang dan musik yang tenang.


Softly windblows


Untuk acara-acara dimana pertunjukan tarian disaksikan dalam radius yang cukup dekat seperti perjunjukan tari di pernikahan, ataupun tema tarian yang lebih halus dan syahdu, disarankan untuk mengkomposisikan dua warna saja dalam satu kostum. Karena perpadua lebih dari itu, agak sedikit mengganggu apabila dilihat dari dekat.


Terlebih baik lagi apabila dua warna tersebut adalah bentuk gradasi dari satu warna terang ke warna gelap. Warna ketiga bisa dijadikan tambahan, namun di sarankan untuk tidak mendominasi perpaduan warna yang sudah ada. Dalam perbandingannya sebagai berikut: 4:4:2. Warna ketiga tersebut bisa juga menggunakan warna yang agak mencolok atau lebih dominan seperti gold atau silver.


Berikutbeberapa saran perpaduan dua atau tiga warna dari Rivera Monarie:


Pink gelap dan pink muda (dapat di hiasi sedikit warna gold di beberapa tempat)

(4 pink gelap: 4pink muda: 2warna gold)



Ungu gelap dan ungu tua (dapat juga dihiasi warna gold di beberapa tempat)



Biru muda dan orange (dapat dihiasi dengan warna kuning lembut atau hijau tosca).



Merah maroon dan dusty pink



dsb.


Warna seperti ini dapat digunakan untuk pertunjukan tarian dengan latar belakang musik yang sedikit mendayu-dayu dan sangat melankolis.


Hard Contrast


Warna-warna dominan juga dapat di padukan dengan warna-warna yang sama dominannya, hingga menghasilkan suatu nuansa yang keras. Tidak ada suatu petunjuk khusus untuk memadukan dua warna contrast menjadi satu warna karena pada dasarnya perpaduan dua warna contrast memiliki keseimbangankekuatan yang sama. Namun kita dapat mengontrol dua warna tersebut dengan menggunakan perbandingan seperti: 7:3 atau 6:4 atau bahkan 8:2.


Berikut beberapa contohperpadua dua warna kontras dari Rivera Monarie:


Merah dan hitam




Merah dan kuning




Biru dan hitam




Orange terang dan hitam




Gold dan hitam












dsb


Warna-warna seperti ini dapat digunakan untuk pertunjukan tari seperti tarian kontenporer, tarian modern, idealis art performance, dsb.



...(to be continued)

Sabtu, 20 September 2008

Minutes to performance....(part2)

Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengulas mengenai persiapan pementasan beberapa hari dan beberapa saat sebelum pementasan.

Sekarang kita akan mengulas beberapa tips-tips pada hari pertunjukan, agar pertunjukan dapat berjalan lancar tanpa kurang suatu apapun.


Ketika kita sampai pada tempat dimana kita akan tampil, ada baiknya kita menaruh dulu barang-barang dan kostum-kostum yang hendak kita pakai di tempat yang sudah disediakan. Pastikan tempat tersebut aman agar menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.


Sebagai penari profesional, sangat disarankan untuk selalu datang ke tempat dimana kita akan mengadakan pertunjukan, beberapa jam sebelum jam pertunjukan dimulai. Hal ini agar para penari memiliki waktu banyak untuk melakukan pengecekan terhadap beberapa hal, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti macet, jalanan terhambat, dll yang menyebabkan kita bisa datang terlambat.


Tips penting!


Hindari membawa barang-barang beharga. Apabila kalian membawa barang-barang beharga seperti handphone, jam tangan, dompet, dsb, pastikan kalian tidak meninggalkannya dalam keadaan tidak terjaga. Ada baiknya kalian membawa seorang teman untuk membantu kalian menjaga barang-barang berharga kalian.


Disarankan agar barang-barang perlengkapan tari dan kostum di letakan dengan teratur dan tidak terpencar-pencar kemana-mana. Disarankan menempatkan kostum urutan sesuai dengan urutan tariannya, apabila tarian yang hendak ditampilkan lebih dari satu dan mengenakan kostum yang berbeda. Ini agar memudahkan kalian untuk mengganti kostum dan dapat menghemat waktu, apabila jarak antara satu tarian ke tarian lainnya cukup dekat.


Siapkan satu sudut tempat untuk meletakan kostum-kostum yang sudah dipakai, agar tidak tercampur dengan kostum yang belum dipakai. Ini juga dimaksudkan agar nanti setelah selesai pertunjukan, agar kostum-kostum yang telah di pakai tersebut bisa dirapihkan dengan mudah dan tidak hilang.


Setelah meletakan barang-barang, mulai kita melakukan beberapa pengecekan sebagai berikut:


Cek Soundsystem


Kita pastikan soundsystem ditempat kita akan tampil bisa memutar CD/kaset lagu yang akan kita gunakan. Kesempatan ini bisa juga kita gunakan untuk bloking tarian. Usahakan menandai atau memberi label pada CD tersebut dengan informasi seperti judul lagu, nomor lagu (track), agar mempermudah orang yang mengendalikan soundsystem. Ini untuk menghindari terjadinya kesalahan fatal dalam pemutaran lagu seperti memutar nomor lagu (track) yang salah.


Ada baiknya apabila kita memiliki teman yang mau membantu untuk menjaga soundsystem untuk menghindari kesalahan fatal.


Cek Panggung


Disarankan para penari untuk melakukan cek panggung. Berikut adalah beberapa tips-tips untuk hal-hal apa saja yang harus kita perhatikan:


- Tingkat kelicinan panggung


Kenakan sepatu tari yang akan kita pakai untuk menari, dan mulailah mencoba menari dengan sepatu kita di panggung yang sudah disediakan. Pastikan lantai panggung tidak terlalu licin agar kita tidak terpeleset ketika kita menari.


Tips:


Ada jenis-jenis lantai atau lantai panggung tertentu yang menjadi sangat licin apabila kita gunakan sepatu kain seperti sepatu ballet untuk menari. Tips kecil dari Rivera untuk mengantisipasi hal tersebut adalah, menggunakan air putih sedikit dan di bubuhkan ke bagian bawah sepatu.


- Waspada Akan Benda Tajam


Berdasarkan pengalaman Rivera, terkadang apabila mementaskan tarian di event-event tertentu contohnya pesta pernikahan, pihak dekorasi ruangan menggunakan paku payung untuk menahan sesuatu. Terkadang paku-paku payung itu jatuh berceceran dan kadang tersembunya di balik karpet.


Apabila panggung atau lantai tempat kalian akan menari dilapisi karpet, coba diteliti kembali akan kemungkinannya ada paku-paku payung kecil, jarum, beling, atau benda kecil lainnya yang berpinggiran tajam, yang tersembunyi di balik karpet. Segera singkirkan apa bila ada agar tidak melukai kaki.



Setelah pengecekan diatas dilakukan, mulailah untuk menata rambut dan mengenakan make-up.


Tips:


Untuk lebih efisien, para penari dapat mengenakan make-up dasar seperti foundation dan bedak tabur dari rumah, dan nanti baru mengenakan full make-up di tempat pertunjukan.


Rambut dapat juga setengah di tata di rumah, dan nanti di tempat pertunjukan dapat lebih di tata lagi agar menghemat waktu. Apalagi kalau menari dengan menggunakan head dress (hiasan kepala) atau menari dengan karakter rambut tertentu (keriting terurai, sanggul cepol, kepang, dll).


Sangat disarankan untuk para penari untuk mengenakan make-up terlebih dahulu, baru memakai kostum agar make-up tidak tertumpah ke kostum dan merusak kain kostum. Selama memakai make-up, penari bisa mengenakan kemeja yang berkancing di depan, agar mempermudah untuk mengganti ke kostum.


Apabila ternyata penari memakai kaos, disarankan untuk tidak lupa menutup dulu wajah yang sudah diberi make-up dengan kain, agar kaos tersebut tidak terlumuri make-up.


Setelah mengenakan make-up, ada baiknya bila penari melakukan pemanasan (warm-up) terlebih dahulu untuk menghindari cidera otot. Disarankan penari tidak menggunakan kostum dulu selama melakukan pemanasan agar kostum tidak kotor atau basah karena keringat. Apabila pemanasan yang dilakukan menghasilkan banyak keringat, penari dapat melakukan pemolesan ulang make-up (touch up) agar bisa mengembalikan make-up yang sudah luntur karena keringat.


Sambil pemanasan, penari juga dapat memanfaatkan waktu untuk mengulang kembali gerakan-gerakan yang akan ditampilkan agar memantapkan daya ingat kita terhadap gerakan tarian.


Setelah itu, baru kita kenakan kostum yang akan kita pakai untuk pementasan. Disarankan agar para penari saling melakukan cek terhadap kostum masing-masing seperti cek restleting, apakah sudah terpasang dengan benar, kancing, letak assesories kostum (manik-manik, bros bunga, dll).



Tips:

Apabila kalian tampil menggunakan sepatu ballet atau sepatu tari dari kain, pastikan sepatu tersebut dalam keadaan bersih ketika tampil dalam pertunjukan.


Disarankan kalian mengenakan sepatu yang baru, apabila kalian menari dengan sepatu ballet, karena sepatu ballet mudah kotor dan sepatu yang sering digunakan untuk latihan akan terlihat tidak rapih.


Demikian tips dan trick yang bisa Rivera bagikan buat para teman-teman sesame penari. Semoga tips dan trick tersebut dapat menjadi acuan buat para penari-penari sekalian sebelum menampilkan sebuah pertunjukan.


Terkadang, kesalahan tetap tak dapat dihindarkan serapih apapun tahap persiapannya. Namun jangan khawatir, kesalahan terjadi agar kita dapat belajar dari kesalahan tersebut, yang nantinya dapat membuat kita menjadi lebih baik. Jangan lupa tentunya kita tetap harus berdoa kepada Tuhan agar Ia selalu menjaga kita dalam setiap tampilan tarian yang kita lakukan.


Rivera Monarie mengucapkan selamat mencoba dan sukses buat kalian selalu!


-Rivera Monarie-

Jumat, 19 September 2008

Minutes to performance....(part1)

Tentulah setiap penari menghendaki sebuah pertunjukan yang sukses, tanpa kurang suatu apapun. Untuk terlaksanannya sebuah pertunjukan yang sukses, semua dimulai dari persiapan awal yang matang dan teratur. Mulai dari hal yang paling besar, sehingga hal yang paling kecil, semua harus di pikirkan matang-matang karena terkadang hal-hal yang kecil yang sering terlewatkan oleh kita itulah yang terkadang bisa menjadi masalah besar.

Berikut Rivera Monarie hendak membagikan tips-tips berdasarkan dari pengalaman-pengalaman Rivera Monarie, untuk para pembaca yang kemungkinan bergerak juga di bidan tari juga.

Persiapan Kostum

Sehari atau beberapa hari sebelum pertunjukan, ada baiknya kita sebagai penari melakukan cek kostum untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut ada beberapa hal-hal yang disarankan untuk diperhatikan:

- Ukuran Kostum


Terkadang ukuran tubuh kita dapat berubah dalam waktu yang lama atau waktu yang singkat tanpa kita sadari. Maka dari itu, ada baiknya kita mencoba lagi kostum kita yang akan kita kenakan dihari pementasan untuk memastikan kostum tersebut menjadi tidak terlalu sempit atau menjadi kelonggaran sehingga menggangu saat pementasan.


- Jahitan dan Resleting

Pastikan tidak ada jahitan yang robek atau lepas sehingga tidak membuat lubang pada kostum, dan pastikan resilting kostum berfungsi dengan benar.




- Accessories Pendukung

Disarankan untuk para penari untuk menyiapkan asesoris pendukung seperti dibawah ini:

1. Peniti
2. Jarum jahit
3. Benang dengan warna senada kostum
4. Gunting

Hal-hal diatas tersebut dapat sangat berguna untuk keadaan darurat seperti kostum robek, kostum yang lepas jahitannya, kostum kelonggaran, dsb. Usahakan apabila anda harus menggunakan peniti, usahakan peniti tersembunyi didalam dan tidak tampak dari luar agar terlihat tetap rapih.

Untuk Jarum Jahit, pilihlah warna yang senada dengan warna bahan yang akan di jahit agar terlihat rapih. Pastikan benang benar-benar kuat sehingga tidak gampang putus ketika kita bergerak.

Perlengkapan Penari

Jangan lupa juga untuk selalu mengecek ulang perlengkapan untuk pertunjukan tarian kita seperti berikut:

- Sepatu tari
- Stoking / kaus kaki
- Leotard / baju dalam
- Pakaian dalam yang nyaman
- Tissue atau handuk untuk menyeka keringat
- Perlengkapan make-up
- Pembersih make-up
- Kapas pembersih make-up


Pada hari pementasan, pastika barang-barang yang akan dibawa semuanya sudah dikemas dengan rapih agar tidak ada yang tertinggal. Sangat disarankan untuk membuat cek list agar tidak ada satu hal pun yang terlewatkan.

Jangan lupa untuk memastikan CD atau kaset lagu tidak tertinggal.

Tips:

Ada baiknya untuk membawa lagu yang akan ditampilkan dalam bentuk CD dan disarankan CD yang asli karena kebanyakan sound system sekarang menggunakan CD player yang tidak bisa membaca format CD copy. Disamping itu, suara yang di hasilkan akan terdengar lebih jernih.



Apabila yang tersedia hanya kaset, pastikan pita tidak kusut agar kaset dapat terus berputar selama pertunjukan dan tidak terhenti di tengah-tengah petunjukan. Agar aman, usahakan membuat kopi agar apabila hal tersebut terjadi, dapat segera di antisipasi dengan menggunakan kaset cadangan.

Hal ini juga berlaku untuk CD. Disarankan untuk membawa CD copy untuk cadangan, untuk mengantisipasi apabila CD asli rusak. Tentunnya, CD copy tersebut harus di tes dulu pada CD player yang tersedia.

Diskman juga dapat dijadikan suatu antisipasi apabila tidak tersedia CD player atau CD player tidak dapat membaca data musik. CD dapat di putar di diskman dan diskman tersebut dapat disambungkan ke speaker.



...to be continue